Lonjakan harga emas global yang dipicu oleh ketegangan geopolitik membuat banyak orang beralih ke investasi logam mulia. Akibatnya, emas batangan (Logam Mulia/LM) pun menjadi langka di berbagai daerah, terutama saat harga mengalami koreksi. Kondisi ini mendorong pelaku industri, khususnya di bidang perhiasan, untuk mencari alternatif yang tidak hanya bernilai tinggi, tetapi juga fleksibel untuk kebutuhan produksi. Salah satu pilihan yang kini mulai banyak dilirik oleh penggerajin emas adalah PGC (Potassium Gold Cyanide).
PGC adalah senyawa kimia berbasis emas yang umum digunakan dalam proses electroplating, terutama di industri perhiasan. Berbeda dengan bahan lain yang mungkin terdegradasi seiring waktu, PGC bisa disimpan dalam jangka panjang tanpa kehilangan kualitasnya. Inilah yang membuat PGC tidak hanya praktis sebagai bahan plating, tetapi juga berfungsi sebagai simpanan nilai yang stabil karena kandungan emas murninya yang mencapai 68,3%.
Fleksibilitas dan likuiditas yang dimiliki PGC menjadikannya pilihan ideal bagi pengrajin, toko emas, hingga pabrik perhiasan. Bukan hanya sebagai bahan baku produksi, tetapi juga sebagai bentuk investasi strategis. Di tengah fluktuasi harga emas dan kelangkaan stok Logam Mulia, menyimpan PGC adalah langkah cerdas untuk menjaga kelangsungan bisnis dan nilai aset.
Reference :
cnbcindonesia.com/market/20250414065150-17-625649/warga-ri-borong-emas-bsi-catat-penjualan-lompat-231