Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penundaan tarif impor selama 90 hari untuk 56 negara termasuk Indonesia pada 9 April 2025 kemarin. Kebijakan ini memberi angin segar bagi perekonomian Indonesia, di tengah meningkatnya tensi perdagangan global akibat kenaikan tarif AS terhadap Tiongkok menjadi 125% yang masih terus berlanjut.
Pasar Indonesia menyambut positif keputusan Presiden Trump untuk menunda tarif impor, dengan para analis memperkirakan penguatan IHSG dan stabilnya nilai tukar rupiah. Sentimen positif ini didorong oleh harapan meningkatnya ekspor Indonesia ke AS, seiring dibukanya kembali akses perdagangan tanpa hambatan tarif.
Produk-produk unggulan nasional yang sebelumnya dikenai tarif impor tambahan seperti tekstil, furnitur, makanan olahan, dan komoditas pertanian pun diprediksi akan kembali kompetitif di pasar Amerika. Hal ini membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan ekspor dan meningkatkan nilai perdagangan bilateral.
Meskipun kebijakan penundaan tarif dari AS memberikan ruang bernapas bagi banyak negara, Cina tetap menjadi pengecualian. Hingga hari ini (10 April 2025), konflik dagang antara Amerika Serikat dan Cina terus memanas. China telah menetapkan tarif balasan sebesar 84% terhadap produk asal AS, yang kemudian dibalas dengan tarif 104% oleh pemerintah AS. Ketegangan yang belum mereda ini berisiko memicu efek domino terhadap stabilitas pasar global, termasuk kawasan Asia Tenggara, tempat Indonesia berada.
Bagi Indonesia, penundaan tarif ini tetap menjadi peluang strategis untuk memperkuat posisi dalam rantai perdagangan internasional. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat kondisi pasar global yang masih penuh ketidakpastian. Pemerintah dan pelaku usaha perlu memanfaatkan momen ini untuk memperluas pasar ekspor, meningkatkan kualitas produk, dan memperkuat daya saing, sembari tetap siap menghadapi potensi fluktuasi pasar di tengah dinamika geopolitik yang berlangsung.
Reference :washingtonpost.com/politics/2025/04/09/trump-presidency-news-tariffs/cnbcindonesia.com/research/20250410040824-128-624718/trump-beri-kabar-gembira-wall-street-pesta-ihsg-rupiah-bisa-terbang